Sudah sebulan ini, saya kelimpungan karena foto-foto dan video di blackberry saya hilang. Saya sudah cari tahu cara penanggulangannya tapi tidak ketemu. Namun setelah berjuang ke sana-kemari, akhirnya data-data tersebut kembali muncul. Kenapa muncul, karena data sebenarnya tidak hilang, namun hanya disembunyikan oleh virus.

Jadi, kalau anda kehilangan data-data seperti cerita di atas, jangan dulu panik karena kemungkinan tersebut disembunyikan oleh virus. Terlebih jika blackberry anda sering bolak-balik dicolokin ke PC yang sangat rentan dengan penularan virus.

Berikut saya sampaikan cara memunculkan kembali dan membersihkan virus tersebut (sebagian saya modifikasi dari vaksin.com):

1.Sambungkan blackberry ke PC. Akan lebih baik PC tersebut menggunakan antivirus yang paling update.

2.Terlebih dahulu scan memory blackberry dengan antivirus yang sudah terinstal. Jika menggunakan antivirus yang bagus, pasti akan mendeteksi keberadaan virus tersebut.

3.Cek terlebih dahulu isi memory blackberry apakah data yang kita maksud ada atau tidak. Jika terkena virus, biasanya virus akan menampilkan berbagai shorcut dan file berekstensi.exe, seperti alg exe, x.exe, dll.

4.Putuskan koneksi jaringan/internet.

5.Matikan System Restore (Windows XP/ME)

Klik kanan My Computer, pilih Properties.

Pilih tab System Restore, beri ceklist pilihan “Turn off System restore”.

Klik Apply, Klik OK.

6.Matikan dan hapus virus. (lihat gambar 10)

Download tools Dr.Web CureIt pada : http://www.freedrweb.com/download+cureit

Jalankan file tools tersebut, kemudian pilih semua drive yang ada.

Klik Scan, biarkan hingga selesai. (jangan di restart dahulu).

7.Hapus Registry Windows yang telah ditambahkan oleh worm dengan langkah berikut :

Klik Menu [Start]

Klik [Run]

Ketik “regedit”, kemudian klik tombol [OK] hingga muncul tampilan “Registry Editor”

Pada aplikasi tersebut, cari key berikut :

\HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run (lihat gambar 11)

Hapus key yang memiliki data seperti “C:\Documents and Settings\%user%\[nama_acak].exe”

8.üRubah Registry Windows yang telah ditambahkan oleh worm dengan langkah berikut : (lihat gambar 12)

Ø Klik Menu [Start]

Ø Klik [Run]

Ø Ketik “regedit”, kemudian klik tombol [OK] hingga muncul tampilan “Registry Editor”

Ø Pada aplikasi tersebut, cari key berikut :

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced

Ø Rubah key yang memiliki data seperti “ShowSuperHidden” dari 0 menjadi 1.(Cara cukup klik kanan → modify)

9.Tampilkan folder yang disembunyikan dengan menggunakan script berikut : attrib -s -h /s /d

·Klik Menu [Start]

·Klik [Run]

·Ketik “cmd”, kemudian klik tombol [OK] hingga muncul tampilan “Command Prompt”

·Arahkan lokasi cursor pada drive removable folder yang disembunyikan. Jika blackberry ada di drive F, maka ubah menjadi: C: F:, maka drive akan pindah ke drive F.

·Kemudian ketik script “attrib -s -h /s /d”

10.Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, sebaiknya menggunakan antivirus yang ter-update dan mengenali virus ini dengan baik.

11.Setelah itu, buka kembali drive memory blackberry di PC. Dan lihatlah bahwa folder yang semula tidak ada akan menjadi ada.

12.Untuk antisipasi, lebih baik data-data yang sempat hilang tersebut dicopikan terlebih dahulu ke media lain sebagi back-up.

13.Selamat mencoba, mudah2an berhasil.

Sekitar dua minggu yang lalu, kaget bukan kepalang ketika sebuah motor polisi (BM) memberhentikan motor yang saya kendarai. Sang polisi langsung meminta STNK dan SIM dan tanpa basa-basi langsung menyalinnya ke dalam surat tilang karena saya telah melakukan pelanggaran lalu lintas melanggar rambu. Sadar akan kesalahan yang telah diperbuat, saya pun tidak beradu argumentasi, apalagi meminta damai dan menyelesaikannya di tempat dengan si polisi. Tak lama si polisi menghampiri lagi dan meminta saya menandatangani surat tilang berwarna merah.

Di surat tilang tertera pasal atas pelanggaran yang saya lakukan. Selain itu tercantum pula tempat dan waktu untuk mengambil SIM. Karena TKP di daerah Jaksel, maka sidang akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jaksel pada 30 Juli 2010 pukul 07.00 WIB. Sempat terpikir apakah si polisi menulis waktu atau bagaimana, karena tanggal 30 juli masih 2 minggu lagi, apalagi tertera jam 07.00 pagi. Namun pak polisi tidak salah, dalam UU disebutkan bahwa Selama 2 pekan lebih, akhirnya saya berkendara tanpa SIM, melainkan hanya berbekal surat tilang dari polisi tersebut. Untungya selama dua pekan itu saya tidak lagi berurusan dengan polisi. Kapok!

Esok harinya, saya berusaha mencari informasi dari berbagai sumber, baik bertanya kepada rekan kerja yang berasal dari kepolisian maupun mencarinya di internet. Dari penelusruan ini saya memperoleh berbagai tips yang bermanfaat untuk menghadapi sidang tilang di pengadilan. Tips-tips tersebut di antaranya: Menghindari calo dan diusahakan tidak hadir di pengadilan sesuai jadwal yang tertera di surat tilang karena dikhawatirkan akan membludaknya masyarakat yang akan mengambilSIM pada waktu yang bersamaan.

Berbekal informasi yang diperoleh tersebut, saya sengaja tidak mengambil SIM di pengadilan pada 30 Juli sesuai yang tertera di surat tilang untuk menghindari kemungkinan antrean yang sangat panjang. Selain itu, di tanggal tersebut memang saya harus tugas di luar kantor. Pengambilan di luar waktu pesidangan ini tidak menyalahi aturan, karena sidang pengambilan SIM ini sendiri bersifat “in absentia”. Artinya, kita tidak perlu hadir di ruang persidangan, namun apapun hasilnya kita harus tunduk atas putusan hakim dalam sidang tersebut.

Pada 2 agustus 2010 saya langsung meluncur ke PN Jaksel di Jalan Ampera dengan berbekal tips-tips yang saya peroleh sebelumnya. Satu tekad yang dipegang saat itu: Jangan tergoda pada rayuan calo yang berjanji-janji manis bisa menyelesaikan permasalahan dengan cepat namun dengan biaya yangcukup besar.Lagian saya ingin memiliki pengalaman sendiri mengurus pengambilan SIM di pengadilan.

Pukul 07.30, saya sudah tiba di halaman pengadilan. Sengaja saya datang lebih pagi karena berdasarkan info, untuk menghindari antrean panjang, diusahakan agar datang lebih pagi supaya dapat nomor antrean lebih awal. Banyak postifinya juga datang lebih pagi. Selain kemungkinan dapat nomor antrean yang lebih awal, kita juga akan kebagian tempat parkir resmi sehinngga motor bisa terjaga lebih aman dibanding harus parkir di depan pengadilan yang dikelola bukan oleh pihak pengadilan.

Saat memasuki tempat parkir, terpampang besar-besar pesan agar menghindari praktik percaloan. “Lebih terhormat mengurus sendiri daripada lewat calo”, begitulah kira-kira inti dari pesan tersebut. Betul saja, sepanjang pengamatan, saat itu tidak terlihat adanya calo yang berusaha menawarkan jasa untuk mengurus pengambilan SIM.

Dari tempat parkir sudah terlihat kerumunan orang yang juga senasib dengan saya. Ternyata saya datang kurang pagi. Buktinya sudah banyak orang berjubel di sana. Loket pendaftaran sidang pun belum dibuka, namun terlihat tumpukan surat tilang menggunung di mulut loket yang masih tutup itu. Saya pun langsung menyimpan surat tilang di tumpukan paling atas.

Sambil menunggu, saya sempatkan sarapan di kantin sebelah loket. Saat itu saya juga sempat mengobrol dengan pegawai pengadilan, sekaligus menanyakan proses pengambilan SIM yang sudah jatuh tempo di pengadilan negeri. Kebetulan saat itu ada rekan kerja yang minta dicarikan informasi karena SIM-nya belum diambil sejak satu tahun yang lalu. Petugas tersebut mengatakan bahwa untuk SIM yang sudah jatuh tempo tersebut, pihak PN telah melimpahkannnya ke kejaksaan. Sehingga masyarakat bisa langsung mengambilnya di Kejaksaan. Jadi bagi yang merasa pernah berurusan dengan polisi namun hingga saat ini belum mengambil SIM di pengadilan, segeralah ambil di Kejaksaan, bukan di Pengadilan Negeri. Sebagai catatan, biaya pengambilan SIM tersebut akan disesuaikan dengan denda yang telah ditetapkan oleh pengadilan negeri, dengan ada penambahan biaya administrasi sesuai peraturan dari pihak kejaksaan. Begitulah penjelasannya.

Berdasarkan info dari pegawai tersebut juga, sidang pengambilan SIM pada Jumat, 30 Juli (tanggal yang tertera di surat tilang saya), berlangsung hingga pukul 24.00 WIB saking banyaknya masyarakat yang akan mengambil SIM di waktu yang bersamaan. Saya merasa bersyukur karena tidak datang tanggal 30 Juli itu. Apa jadinya kalo saya datang saat itu…bisa-bisa dipecat sama bos karena tidak masuk kerja :)

Sekitar pukul 08.30 WIB loket sudah dibuka. Tidak menggunakan nomor antrean, satu per satu dipanggil berdasarkan susunan tumpukan surat tilang (FIFO- First in First out). Pembayaran dendanya pun dilakukan di loket tersebut, di panggil nama, dan disuruh langsung membayar sejumlah uang tanpa harus masuk ruang pengadilan karena sidang sudah berlangsung secara in absentia seperti yang telah diungkapkan sebelumnya.

Jadi, bagi yang merasa melanggar lalu lintas, jangan coba-coba berdamai dan melakukan sogok dengan polisi di TKP, lebih baik kita ambil sendiri di pengadilan. Dengan modal sedikit bersabar, pasti proses pengambilan di pengadilan akan berlangsung dengan lancar dan tentunya sesuai tarif denda yang berlaku.

SUAP, SOGOK, PELICIN, atau apalah namanya, bisa dianggap sebagai KORUPSI!

…..sambungan……

Welcome to Sumatera!
Pintu geladak kapal segera dibuka. Disambut hujan lebat di pagi buta, derungan kenalpot motor memecah pagi buta di Pelabuhan Bakauheni. Bagi peserta yang kali pertama ke Sumatera, khususnya Lampung, inilah momen yang sangat membanggakan bisa mengginjakkan kaki di tanah Sumatera untuk kali pertama.

Di tengah guyuran hujan, rombongan langsung meninggalkan pelabuhan dan mencari SPBU untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan jauh ke Kota Bandar Lampung yang memakan waktu 3 jam. Di SPBU ini, rombongan dipecah menjadi 3 kelompok, mengingat di depan mata sudah terjadi kemacatan karena sedang dilakukan pembetonan jalan, sehingga pengguna jalan harus antre karena hanya bisa menggunakan satu lajur. Selepas proyek pembetonan tersebut, jalan pun kembali lengang namun saat itu hujan masih turun dengan lebatnya. Licinnya jalanan dan lubang di jalan membuat rombongan harus memacu motor dengan ekstrahati-hati guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

puas-11

Mengingat perjalanan masih jauh dan hujan masih setia menemani perjalanan, rombongan berhenti di sebuah rumah makan di ruas Bakauheni-Lampung untuk makan pagi dan istirahat. Karena bagaimanapun, tubuh perlu diberi asupan makanan agar kondisi badan selalu fit sepanjang perjalanan dan terhindar dari masuk angin. Pelataran parkir rumah makan tersebut menjadi penuh dengan barisan motor Tiger yang bergabung dengan puluhan truk lintas Sumatera yang kebetulan beristirahat di tempat itu.

p1040141

Selapas sarapan sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan segera bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan. Kondisi saat itu masih turun hujan, sehingga jas hujan yang ketika makan sempat dilepas, kini harus dipakai kembali mengingat saat itu hujan masih turun namun tidak sederas sebelumnya. Rombongan kembali dipecah menjadi tiga kelompok. Seperti biasa, rombongan Jaktim digabung dalam kelompok terakhir.

Memasuki Kabupaten Kalianda, hujan mulai mereda namun menyisakan hujan rintik-rintik dan jalanan yang licin. Kondisi ini tentu sedikit mengganggu kenyamanan berkendara, apalagi bagi peserta yang malam sebelumnya begadang di atas kapal. Namun salut untuk mereka yang bisa melawan rasa kantuk demi menaklukkan jalanan Bakauheni-Lampung ini.

Sebelum memasuki Kota Bandar Lampung, rasa kantuk seolah lenyap ketika menyaksikan pemandangan alam yang begitu memesona. Bagaimana tidak, hamparan laut membiru dan deratan pasir putih yang terlihat dari kajauhan di atas bukit kembali menyegarkan mata. Sayang, safety officer yang memimpin kelompok tidak memberi kesempatan berhenti untuk sekadar mengabadikan moment ini, karena rekan-rekan HTML Lampung sudah menunggu untuk penjemputan.

Tak lama kemudian, rombongan tiba di pelataran RM Begadang. Di tempat ini bukan untuk makan pagi untuk kali kedua, melainkan sebagai tempat tempat penjemputan. Tampak beberapa member HTML Lampung sudah stand bye dan mengarahkan rombongan untuk memarkirkan motor di pelataran rumah makan. Sambutan hangat hangat ala biker sangat terasa saat itu, ditambah dengan acara foto bersama meski masih menggunakan balutan jas hujan.

paus-2

puaus-4

Rekan-rekan dari Lampung memimpin setiap kelompok untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju penginapan di pusat kota. Sebenarnya, kekhawatiran rombongan sebagaimana tersiar di berita sebelumnya bahwa lampung sedang dilanda banjir karena hujan 3 hari berturut-turut  sedikit menggoyahkan niat rombongan untuk ke Lampung. Namun, saat itu banjir di Kota Bandar Lampung sudah surut sehingga bisa dilalui kendaraan dengan aman.

Memasuki Kota Bandar Lampung, rombongan disambut dengan kemacetan karena melalui kubangan air akibat banjir yang menghambat laju kendaraan. Namun selepas itu, jalanan kembali normal. Member HTML Lampung langsung mengarahkan rombongan ke penginapan yang disediakan. Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, rombongan tiba di penginapan sekitar pukul 10.00 WIB dengan selamat tanpa kurang satu hal pun.

Setiba di penginapan, waktu yang ada digunakan sebaik mungkin untuk beristirahat guna memulihkan kembali stamina tubuh yang sebelumnya sedikit terkuras. Saat itu hujan sudah reda, matahari pun mulai menampakkan diri meski dengan sedikit malu-malu. Para peserta tampak kompak membersihkan dan mengeringkan semua perlengkapan yang basah karena hujan. Tampak pula sebagian membersihkan motor agar tidak terlalu tampak kotor, namun ada juga yang membiarkan motornya tetap kotor karena khawatir hujan kembali turun.

Jauhnya perjalanan dari Jakarta ke Bandar Lampung membuat sebagian motor harus masuk bengkel untuk sekadar ganti oli atau memperbaiki bagian-bagian yang tidak berfungsi dengan normal. Pihak tuan rumah pun dengan sigap mengantar ke bengkel AHASS HTML milik HTML Lampung meski harus menerabas hujan sekalipun. Salut untuk member Lampung atas segala kebaikan, pelayanan, dan jamuan selama berada di provinsi paling timur di Pulau Sumatera ini. Apalagi hari itu disediakan jamuan durian yang memang dikejar-kejar rombongan dari Jakarta…

Pukul 16.30 WIB, rombongan kembali berkumpul di pelataran penginapan dengan mengenakan seragam merah-hitam HTML untuk siap-siap mengawal pengantin dan menghadiri resepsi pernikahan. Selanjutnya, dengan pengawalan HTML Lampung, rombongan diantar ke sebuah pelataran sebuah rumah makan milik calon mempelai pria. Di sana, rombongan dikoordinasikan untuk mengawal rombongan pengantin menuju tempat resepsi. Dengan demikian, rombongan pengantin dikawal oleh ratusan motor tiger yang datang dari Jakarta, Cilegon, dan Lampung sendiri. Selain dikawal member HTML. Namun, selain dari HTML sendiri, pengawalan saat itu juga diikuti oleh brother dan Yamaha Vixion Club chapter Lampung.

p1040155

n1137619829_30239033_9051

paus-5

Resepsi pernikahan berlangsung meriah dan mewah karena digelar di sebuah swimming pool sebuah perumahan elite di Kota Bandar Lampung. Tidak seperti sebelumnya, kondisi cuaca sangat mendukung malam itu. Hujan tidak turun sedikit pun sehingga resepsi bisa berlangsung dengan khidmat dan khusyuk. Anyway, selamat menempuh hidup baru bagi kedua mempelai. semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah.

paus-18

Selepas resepsi, rombongan tidak langsung menuju ke penginapan, melainkan mengikuti rolling thunder keliling Kota Bandar Lampung, yang selanjutnya mengikuti kopdar gabungan di tempat kopdar HTML Lampung. Di tempat kopdar ini, kesempatan yang ada tidak disia-siakan untuk mengabadikan moment karena lokasinya tepat di tengah kota, yakni Bundaran Piala Adipura. Hingga mata terasa mengantuk, rombongan pun segera kembali diantar ke penginapan untuk istirahat.

p1040239

Esok paginya setelah sarapan, rombongan segera bersiap-siap untuk meninggalkan Kota Bandar Lampung. Rombongan pertama yang meninggalkan kota ini adalah rekan dari HTML Jaksel. Sementara HTML Jaktim dan Nitro Cilegon masih stay di penginapan. Selang satu jam kemudian, rombongan tersisa segera diberangkatkan karena masih ada acara kuliner di Cilegon, Banten.

Moment jalan-jalan ke Lampung ini juga dimanfaatkan rombongan untuk membeli oleh-oleh khas kota setempat untuk orang-orang tercinta yang setia menunggu di rumah. Tuan rumah pun mengantar rombongan ke sentra oleh-oleh yang searah dengan jalur pulang menuju Bakauheni. Di sini rombongan benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk memborong aneka penganan khas Lampung, hingga boks belakang dan samping penuh Tak cukup di boks, diikat di belakang pun jadi.

n1137619829_30239010_2564

paus-10-copy

p1040323

p1040334

Puas berbelanja, rombongan langsung tancap gas menuju Pelabuhan Bakauheni yang masih harus dilalui sekitar 2 jam lagi. Rombongan saat itu dibagi menjadi dua, yakni kelompok dari Nitro dan Jaktim. Di tempat inilah rombongan berpisah dengan HTML Lampung yang telah menjamu dan menemani rombongan selama di Kota Bandar Lampung. Sebagai kenang-kenangan, tak lupa saat itu digelar moment foto bersama.

n1171719083_240254_1913

Karena masih ada acara di Cilegon sebagai mana telah disebutkan sebelumnya, rombongan yang telah dibagi mulai memacu motor untuk mengejar waktu. Perjalanan ke Bakauheni yang seharusnya dilalui dalam 2-3 jam dengan motor, kali ini bisa dilalui dengan waktu kurang dari 2 jam. Bisa dibayangkan berapa kecepatan motor saat itu. Ya, motor dipacu pada kisaran rata-rata 100-120 kpj bahkan sesekali lebih. Tentu rombongan tidak akan bisa memacu kendaraan secepat itu jika tidak didukung kondisi yang ada. Jalanan lurus yang relatif mulus namun sesekali berlubang dan kondisi jalanan yang lengang menjadi salah satu pertimbangan bisa memacu motor dengan kecepatan tinggi. Meski demikian, faktor keselamatan tentu tetap diperhatikan.

n1063868161_30105983_5279p1040340

Memasuki Bakauheni, seperti halnya ketika berangkat, lalu lintas mulai tersendat karena ada pengerjaan proyek pembetonan jalan. Sambil menunggu rombongan dari Nitro, rombongan Jaktim break tak jauh dari Pelabuhan Bakauheni. Waktu break ini digunakan untuk makan, minum dan berfoto-foto di Tugu Selamat Datang Lampung (Cmiiw: Tugu Bekisar) yang berada di atas bukit dan langsung menjorok ke arah pelabuhan.

n606529081_1034766_29731

n1137619829_30239021_5593

p1040402

Di pelabuhan, rombongan Jaksel yang berangkat terlebih dahulu, kembali bergabung dengan rombongan Jaktim dan Nitro. Pukul 12.30 WIB, rombongan langsung masuk ke dermaga untuk segera naik kapal yang akan berlayar ke Merak. Tak peduli kapal apa, yang penting bisa segera meninggalkan Bakauheni karena harus mengejar acara di Cilegon. Namun sayang, karena telat beberapa menit, kapal yang dimaksud sudah keburu menutup pintu geladak. Kapal selanjutnya pun bersandar di dermaga, namun berdasarkan informasi, kapal tersebut tidak bersedia mengangkut rombongan motor Tiger yang berjumlah besar karena bobotnya terlalu berat, sementara kapalnya sendiri tidak terlalu besar. Mau tidak mau, rombongan harus menunggu kapal berikutnya. Sambil menunggu kapal berikutnya, waktu yang ada digunakan untuk makan siang dan berfoto-foto dengan background pelabuhan dan kapal yang meninggalkan pelabuhan.

n1063868161_30106257_4190

Kapal selanjutnya yang akan mengantar rombongan ke Pelabuhan Merak ini adalah KM. Tribuana Jakarta, yang kebetulan salah satu nakhodanya merupakan member Nitro yang juga berpartisipasi dalam tour ini. Berbagai kemudahan diperoleh berkat bantuannya, dimulai dari keberangkatan hingga di atas kapal.

Dari kejauhan, tampak kapal yang dimaksud akan segera bersandar di dermaga. Rombongan pun diinstruksikan untuk segera bersiap-siap. Pintu geladak dibuka setelah tali titian kapal terikat di dermaga. Selepas antrean kendaraan dari atas kapal turun, motor segera dinaikkan dan diparkir ke geladak kapal.

n1171719083_240250_6243

Akhirnya terangkut juga ke Merak. Sebagai tempat istrirahat selama di atas kapal, ruang VIP sudah tersedia. Sang nakhoda yang sebelumnya ikut touring, kali ini mulai menjalankan tugasnya di atas kapal. Pukul 15.00 WIB, kapal segera meninggalkan pelabuhan. Rombongan yang tadinya berada di ruangan VIP segera berpencar untuk berfoto di anjungan kapal dan mencari tempat terasyik untuk menikmati pesona alam selama di atas kapal.

n1063868161_30106241_9810

n1137619829_30239025_6719

paus-6

Di tengah perjalanan, rombongan mendapat kesempatan untuk memasuki ruang nakhoda. Selain bisa langsung bisa menikmati laut lepas ala nakhoda, di sini juga rombongan bisa melihat langsung cara nakhoda mengoperasikan kapal. Ini merupakan kesempatan langka bagi siapapun. Kesempatan yang langka ini tentu menjadi daya tarik tersendiri sehingga tak lupa rombongan mengabadikan moment ini dengan kameranya masing-masing.

Di raung ini pula rombongan mendapat penjelasan dari kapten kapal mengenai seluk-beluk petugas yang berada di ruang nakhoda, beserta fungsi peralatan-peralatan yang ada. Tak segan, petugas di sana memberi penjelasan atas setiap pertanyaan yang diajukan. Bisa dikatakan, selama perjalanan menuju Merak, rombongan tetap bercengkerama di dalam ruang nakhoda. Namun sebelum memasuki Pelabuhan Merak, rombongan dipersilakan meninggalkan ruangan nakhoda karena harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

n1063868161_30106242_37

paus-15paus-14

Sekitar pukul 16.45 WIB, kapal bersandar di Dermaga 3 Pelabuhan Merak. Rombongan pun segera menuruni kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Cilegon. Perjalanan dari Merak ke Cilegon yang kembali dipimpin oleh kawan-kawan dari Nitro ini digabung menjadi satu kelompok.

Sementara rombongan Jaksel langsung meninggalkan Cilegon munuju Jakarta, rombongan Jaktim diantar ke sebuah tempat untuk pesta durian (lagi). Pedagang yang sudah dihubungi sejak dari Lampung, sudah menyediakan durian pilihan untuk rombongan. Tanpa basa-basi, puluhan durian yang disediakan langsung habis dalam hitungan puluhan menit. Setelah puas, pesta durian berhenti dengan sendirinya. Namun, ada juga beberapa orang yang membawa durian ke rumah sebagai oleh-oleh.

Pukul 19.00 WIB, rombongan meninggalkan Kota Cilegon dan berpisah dengan rekan-rekan dari Nitro untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Perjalanan pulang ini relatif lancar namun sesekali menghadapi kemacetan di titik-titik tertentu, seperti pasar dan pabrik. Memasuki Jakarta, pemandangan kepadatan jalan mulai tampak seperti biasanya, padahal saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 21.30 WIB. Rombongan pun langsung berpisah untuk menuju rumah masing-masing…

Tamat….

n606529081_1034766_29733 Banyak orang memanfaatkan moment akhir tahun untuk liburan, apalagi jika di pengujung tahun tersebut banyak terdapat hari libur, seperti halnya di pengujung tahun 2008 ini. Di kalender edisi 2008 tercatat ada beberapa hari yang bercoret merah, antara lain hari raya Natal, Tahun Baru Islam, dan tahun baru masehi. Belum lagi karena jarak waktu 3 hari libur tersebut sangat berdekatan, banyak orang yang memaksimalkan jatah libur dari pemerintah itu dengan ditambah jatah cuti kantor.

Begitu pula dengan komunitas honda-tiger yang berbasis di Jalan Paus—salah satu tempat kopi darat (kopdar) HTML Wilayah Jakarta Timur—yang mengadakan jalan-jalan akhir tahun 2008 ke Lampung. Liburan kali ini kebetulan juga bertepatan dengan undangan resepsi pernikahan salah satu member HTML Lampung. Berbagai persiapan dilakukan untuk jalan-jalan yang dilaksanakan pada 19-21 Desember 2008 ini, dimulai dari pendaftaran hingga pemberangkatan. Hingga akhir pendaftaran, tercatat sebanyak 23 member mengikuti acara ini.

Jumat malam (19 Desember 2008), sesuai dengan kesepakatan, satu per satu peserta tour Lampung mulai berdatangan ke lokasi kopdar di Jalan Paus. Rencananya, pukul 21.00 rombongan akan diberangkatkan. Namun, karena berbagai hal, pemberangkatan bari dimulai pada pukul 22.30 WIB karena harus menunggu member yang masih dalam perjalanan menuju lokasi kopdar. Selain peserta tour Lampung, malam itu juga diramaikan dan dimeriahkan oleh member yang ikut melepas keberangkatan.

2d60

Karena jumlah yang ikut mencapai 23 motor, rombongan dipecah menjadi dua kelompok agar dapat dengan mudah mengurai kemacetan yang mungkin terjadi di jalan dan untuk memudahkan koordinasi selama di perjalanan. Rombongan pertama diberangkatkan tepat pukul 22.30 WIB dengan jumlah 7 motor. Sementara sisanya digabung dalam kelompok 2 sambil menunggu peserta yang belum datang.

Sebelum keberangkatan, tak lupa dilakukan terlebih dahulu ritual wajib, yaitu berdoa bersama demi keselamatan selama di perjalanan. Kelompok 1 pun diberangkatkan dengan mengambil rute dalam kota karena harus mengantar salah satu boncenger peserta. Selang satu jam kemudian, rombongan 2 diberangkatkan. Jeda waktu yang lama ini karena harus menunggu member yang belum juga tiba sampai waktu yang telah ditentukan.

Jalur Jakarta-Tangerang dilalui dengan lancar karena jalanan relatif kosong sehingga motor bisa dipacu antara 80-100 kpj. Namun, selepas Tangerang, perjalanan rombongan 1 sedikit terhambat karena terjadi trouble pada sistem kelistrikan salah satu motor peserta. Rombongan pun berhenti di pelataran sebuah pertokoan. Dengan sigap kerusakan yang ada dapat teratasi meskipun belum 100% normal, sehingga tak lama kemudian rombongan bisa kembali melanjutkan perjalanan.

p1040119

Tak lama kemudian, terlihat 2 motor berstiker HTML melewati rombongan. Namun akhirnya keduanya segera memutar arah setelah sadar bahwa rombongan yang dilewatinya tersebut juga berstiker HTML. Mereka berdua adalah member HTML Jakarta Barat yang juga akan berangkat ke Lampung sehingga rombongan akhirnya digabung menjadi satu kelompok.

Selang beberapa saat selanjutnya, tampak motor Tiger berkelompok besar melewati rombongan dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Namun mereka segera melambatkan laju motor setelah mengetahui rombongan yang dilewatinya itu adalah HTML. Mereka pun menghentikan perjalanan dan menunggu rombongan Jaktim dan Jakbar. Meraka adalah rombongan HTML Jaksel yang juga akan munuju Lampung dengan kekuatan sekitar 25 motor. Karena sudah berada di luar kota, rombongan diputuskan untuk digabung dalam satu kelompok. Jadilah malam itu membentuk rombongan yang panjang, yang merupakan gabungan HTML Jaktim, Jaksel, dan Jakbar.

Kali ini rombongan dipimpin oleh Jaksel. Jaktim dan Jakbar hanya menjadi bagian dari rombongan. Sakingnya panjangnya rombongan, kecepatan pun disesuaikan. Berbeda dengan rombongan kecil, kali ini kecepatan hanya mentok pada 60-80 kpj. Hmm…perjalanan yang membuat sedikit mengantuk…..

Tepat pukul 01.30, rombongan gabungan ini tiba di check point pertama di basecamp NITRO (Neo Independent Tiger Organisation) Cilegon, Banten. Rombongan disambut dengan hangat oleh member Nitro yang juga merupakan member HTML wilayah Cilegon ini. Sambil menunggu rombongan yang belum datang, waktu yang ada digunakan untuk istirahat sambil melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Merak. Tak lama beristirahat, rombongan dari kelompok 2 Jaktim segera merapat dan bergabung dengan rombongan yang telah tiba terlebih dahulu. Dengan demikian, lengkaplah sudah rombongan yang akan ke Lampung malam itu, dengan kekuatan tak kurang dari 100 motor. Dari markas Nitro ini, rombongan digabung menjadi satu kelompok sebelum merapat ke Pelabuhan Merak untuk memudahkan koordinasi sehingga bisa diangkut dalam kapal yang sama.

p1040124

Dengan kawalan rekan-rekan Nitro, rombongan segera berangkat ke Pelabuhan Merak tepat pukul 02.15 WIB. Di pelabuhan ujung barat Pulau Jawa ini sudah menanti rekan dari tuan rumah yang bertugas mengurusi tiket kapal. Sehingga setibanya di pelabuhan, tanpa harus menunggu lama rombongan langsung bisa menuju dermaga dan menaiki kapal.

p1040127

Setelah pintu geladak dibuka dan kendaraan dari Bakauheni turun ke dermaga, rombongan beserta motornya segera memasuki kapal dan memarkirkannya di tempat yang disediakan. Pukul 03.00 WIB, jangkar kapal segera diangkat dan bunyi klakson kapal dibunyikan sebagai pertanda bahwa kapal segera diberangkatkan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Perjalanan yang memakan waktu 2.5 jam ini digunakan dengan baik untuk istirahat. Dengan menambah ongkos Rp6.000, rombongan dapat menikmati fasilitas ruang ber-AC untuk sekadar istirahat melepas lelah dan kantuk. Namun demikian, terlihat ada sebagian peserta yang memutuskan untuk begadang hingga kapal bersandar di pelabuhan selanjutnya.

p1040131

Setelah 2 jam perjalanan, pengumuman menggunakan pengeras suara bergema mengingatkan penumpang bahwa kapal akan segera merapat ke Palabuhan Bakauheni. Rombongan pun bergegas bangun dan mengemas kembali barang bawaannya, dan segera menuju motor masing-masing di gelada bawah. Cuaca pagi itu sedang tidak bersahabat. Sebelum keluar dari kapal, rombongan sudah mengenakan jas hujan mengingat di luar sana hujan turun dengan derasnya.

Game Travian: Garap, Serang, Rampok!

Posted: Oktober 10, 2008 in Umum

travian32Buat yang punya hobi main game online, ada game seru yang bisa dimainkan. Nama game ini adalah Travian. Travian merupakan browser-based game yang dibuat oleh sebuah perusahaan Jerman, Travian Games GmbH. Dalam game virtual ini, user bisa saling berkomunikasi dengan desa yang dimainkan pemain lain sehingga user dapat memutuskan untuk berteman, atau berperang, atau bahkan beraliansi dengan pemain lain yang ada dalam satu server, yang jumlahnya bisa mencapai ribuan user.

Untuk memainkan game ini, tidak perlu men-download software, melainkan cukup browsing di websitenya, yaitu www.travian.co.id. Setelah daftar dan memilih suku bangsa, user akan diberi tahu koordinat desa untuk memudahkan proses permainan selanjutnya. Selain itu, user juga diberi kesempatan untuk membaca tutorial sehingga jelas apa yang harus dilakukan. Kelebihan game ini, selain karena bersifar real time, game ini juga bisa dimainkan meski dengan koneksi internet yang lambat. Hal tersebut mungkin karena game Travian ini menggunakan domain lokal (.co.id), namun ada juga versi internasionalnya (.com)

Pada awal permainan, mungkin user akan agak sedikit bingung karena hanya melihat kotak-kotak tanpa ada yang bergerak. Di tahap awal, desa kecil hanya memiliki satu bangunan. Namun jangan khawatir, karena pada tahap-tahap awal ini, user akan ditemani oleh Questmaster yang akan setia menemani hingga pada level tertentu. Quesmaster bertugas memberi petunjuk apa yang harus dilakukan setelah satu pekerjaan diselesaikan oleh user.

Pada game Travian terdapat 3 suku yang bisa dipilih, yaitu Suku Romawi, Galia, dan Teuton. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. User dapat memilih salah satunya, tergantung gaya yang diinginkan. Jika menyukai perdamaian, user bisa memilih suku Galia yang kuat dalam bertahan. Namun, jika suka berperang, dapat memilih suku Teuton. Sementara jika suka dengan bangun-membangun dan peperangan, user dapat memilih suku Romawi.

Untuk menjaga pertahanan desa dan melakukan penyerangan ke desa lain, setiap suku tentunya memerlukan pasukan/balatentara. Oleh karena itu, di pusat desa harus dibuatkan titik temu, barak, akademi, dan fasilitas yang berkaitan dengan dunia kemiliteran lainnya. Sementara untuk membangun desa, tentunya memerlukan sumber daya. Dalam game ini, terdapat empat jenis sumber daya yang bisa digunakan, yaitu kayu, tanah liat, besi, dan gandum. Lahan sumber daya ini perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan suplai, karena perluasan pembangunan di pusat desa akan terpatok pada jumlah sumber daya yang tersedia. Jika sumber daya tersendat, maka pembangunan desa pun akan terhambat. Dengan demikian, setelah meningkatkan suplai sumber daya, user dapat mulai malakukan ekspansi desa.

travian

Selanjutnya, untuk menyimpan dan meningkatkan jumlah sumber daya yang telah diproduksi, perlu dibangun gudang dan lumbung di pusat desa. Semakin besar level lumbung dan gudang, akan semakin besar pula daya tampung sumber daya di dalamnya. Sementara untuk urusan perekonomian, user harus membangun pasar untuk memperjual-belikan sumber daya yang dimiliki. Bahkan jika memang darurat, user dapat meminta bantuan dari pemain lain untuk mengirim sumber daya melalui pasar ini. Semakin tinggi level pasar, semakin tinggi pula jumlah pedagang dan sumber daya yang bisa dibawa pedagang ke desa lain.

Untuk lebih jelasnya, mending segera meluncur ke TKP di sini. Selamat menikmatiii…