Safety Riding, Pentingkah?

Kadang orang sering menapikan keselamatan dalam berkendara, terutama sepeda motor. Seringkali kita saksikan orang mengendarai motor tanpa mengenakan helm, memakai sandal jepit, motor tanpa spion, saling serobot, naik ke trotoar, dan sebagainya. Hal tersebut tentu bisa berakibat fatal, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.
Padahal, keselamatan berkendara atau safety riding seharusnya menjadi kebutuhan utama dan menjadi keharusan si pengendara, mengingat mengendarai sepeda motor memiliki risiko kecelakaan yang jauh lebih besar ketimbang kendaraaan lain.
Lihat saja ketika musim mudik Lebaran kemarin. Banyak sekali korban berjatuhan karena tidak memerhatikan pentingnya safety riding, mulai dari kaki lecet karena memakai sandal, tersangkut motor lain karena memakai jas hujan model ponco, menyenggol motor lain karena mengikat barang di belakang, sampai kepala pecah karena memakai helm cetok atau tidak menggunakan helm sama sekali. Selain itu, faktor pengalaman pun menjadi penyumbang banyaknya korban jatuh ketika musim mudik kemarin. Pemudik terlalu memaksakan melakukuan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor, padahal mereka belum pernah melakukan perjalanan jauh dengan motor sebelumnya, apalagi dengan membawa beban dan boncengan di belakang.

Berbicara mengenai keselamatan berkendara, ternyata tidak melulu membahas mengenai apa yang kita gunakan ketika berkendara, tapi juga berkaitan dengan etika berlalu lintas di jalan. Ada hubungan yang jelas antara keselamatan mengendarai sepeda motor di jalan dan mematuhi aturan lalu lintas.

Masalah etika di jalan ini masih perlu disosialisasikan supaya kita tidak mendengar lagi kasus orang meninggal dunia karena menyerobot lampu merah dan memasuki jalur cepat yang bukan diperuntukan untuk sepeda motor (contohnya jalur busway), tertabrak karena melewati garis putih, menabrak pejalan kaki karena menyerobot trotoar, adu mulut dengan pengendara roda 4 karena bersenggolan, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus mengedepankan sikap saling menghargai kepada sesama pengguna jalan.

Selain faktor diri sendiri, kecelakaaan bisa menimpa siapa saja karena kondisi sepeda motor, kondisi lingkungan, dan cara mengendarai. Faktor yang datang dari diri sendiri berkaitan erat dengan kondisi fisik dan mental. Banyak kasus kecelakaan terjadi ketika kondisi fisik sedang capai atau mengantuk. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Anda tidak memaksakan diri mengendarai motor.

Kita juga sering melihat berbagai rambu/tanda yang memberikan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar kita yang berkaitan dengan lalu lintas kendaraan, kita juga mengenal keharusan service rutin untuk kendaraan kita guna mempertahankan kondisi terbaik kendaraan kita, juga kita mengetahui bahwa ada undang-undang lalu-lintas yang khusus mengatur masalah lalu lintas. Tetapi, semua itu tidak akan menjamin keselamatan di jalan jika sikap dan kondisi mental kita tidak mendukung.

Sementara itu, faktor lingkungan pun turut berperan terjadinya banyak kecelakaan di Indonesia, misalnya jalanan licin dan jalanan berlobang. Kita perlu ekstra hati-hati menghadapi faktor lingkungan ini. Karena itu, sebagai langkah pertama mengantisipasinya, siapkan diri dan motor Anda sebaik mungkin.

Pemahaman akan pentingnya safety riding bisa dimulai dari diri sendiri sehingga bisa menjadi sebuah kebutuhan ketika berkendara.

One thought on “Safety Riding, Pentingkah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s